|
DAFTAR MATERI
manageman
perjalanan
peta
kompas
survival
P3k
Rock
Climbing
Mountaineering
alat
gunung
|
 |
Peta
kompas
|
 |
sumber
: JAMNAS
VI
Team Bantuan Medis
Mahasiswa
Fakultas Kedokteran Se-Indonesia
Bagi seorang pecinta alam, adalah biasa bergelut dengan alam baik itu alam pegunungan
ataupun alam rimba belantara. Dalam bergelut dengan alam, khususnya alam pegunungan,
sudah selayaknya seorang pecinta alam mengenal peta yang menggambarkan kondisi
fisik derah pegunungan. Karena dgn menggunakan peta sedikit banyak akan membantu
dalam suatu perjalanan baik itu pada kegiatan pendakian ataupun pada saat belajar
orientasi medan.
Dasar dasar yang harus diketahui untuk orientasi medan:
1. Memahami peta
Peta yang digunakan untuk orientasi medan adalah peta topografi, yaitu peta
yang menyajikan gambaran relief permukaan bumi. Relief bumi pada peta topografi
digambarkan dalam bentuk garis garis yang disebut garis countur. Atau dengan
kata lain garis countur adalah garis yang menghubungkan tempat tempat pada ketinggian
yang sama. Yang harus dipahami dalam membaca peta topografi adl mengartikan
bentuk bentuk garis countur dengan benar, apakah bentukan itu berupa punggungan,
lembah,jurang, sungai,sehingga akan dapat diperoleh informasi tentang tinggi
rendahnya suatu tempat, bentuk, kedalaman, perkiraan kemiringan, dan sebagainya.
Hal hal tersebut mutlak dikuasai sebagai dasar dalam orientasi.
Tak kalah pentingnya adalah memahami skala peta. Ini adalah penting, karena
dari skala peta akan diketahui perbandingan antara kondisi di peta dengan kondisi
medan yang sebenarnya. Contoh : Skala 1 : 25.000; berarti 1 cm di peta sama
dengan 250 meter di medan yang sebenarnya. Selanjutnya antara skala peta, garis
countor dengan medan yang sebenarnya dapat diperbandingkan. Maka sedikit banyak
akan dapat diinterpretasikan keadaannya, agar kita tidak keliru dalam orientasi
medan. Sebab kadang kadang pada daerah yang kita perkirakan tergambar dalam
peta(pada countur), ternyata belum tergambar karena keliru dalam merperbandingkan
skala peta dengan kondisi medan. Contoh: dengan skala 1 : 25.000 yang berarti
1 cm di peta sama dengan 250 meter di medan yang sebenarnya. Pada saat tertentu
kita melewati suatu punggungan kecil
Kita sudah memperkirakan bahwa dengan melewati punggungan itu berarti sudah
berubah counturnya. Padahal kondisi punggungan itu masih kurang dari 50 meter.
Berarti kita telah salah orientasi. Hal hal inilah yang harus dipahami, agar
kesalahan orientasi yang terkecil dapat dihindari.
2. Memahami Kompas
Kompas yang biasa digunakan dalam orientasi ada 2 jenis yaitu:
a. Kompas bidik jenis prisma
kompas prima
nama bagian-bagiannya
-
kotak kompas
dengan pembagian arah angin dan cincin karet
-
kaca kompas
yg dapat diputar dengan pembagian derajat
-
pelat yg bercahaya
dengan garis tanda dan garis rambut
-
garis petunjuk
yg bercahaya
-
lingkaran kompas
dengan pembagian derajat dan jarum kompas yg bercahaya
-
gelang kaca
dari tembaga
-
tutup kompas
dengan kaca, garis rambut, garis tanda yg bercahaya di bibir pelindung
-
pelindung kaca
-
sekrup pengapit
-
prisma yg dapat
disetel, dengan lubang tempat melihat dan cincin jempol dengan takik
b. Kompas orientasi (kompas Silva)

Pada dasarnya kedua kompas tersebut mempunyai fungsi yang sama yaitu :
Mengetahui arah Pada posisi mendatar, jarum kompas akan selalu menunjuk arah
utara. Sesuai dengan arah utara Magnet Bumi.Membidik sasaran
Dengan kompas prisma, apabila kita ingin mengetahui berapa besar sudut kompas
dari posisi kita berdiri ke sasaran bidik. Besarnya sudut bidikan akan langsung
dapat diketahui. Sedangkan dengan kompas silva terdapat sedikit perbedaan dengan
kompas prisma, yaitu pada kompas ini apabila kita membidik sasaran, besarnya
sudut kompas tidak dapat langsung kita baca. Melainkan harus dgn penyesuaian
terlebih dahulu yaitu dengan memutar piringan pembagian derajat sehingga tanda
panah penyesuai atau tanda "N"(North) dapat segaris dengan jarum utara kompas.
Maka besarnya sudut sudah dapat diketahui,
3. Memahami Peta-Kompas
Sebelum masuk ke medan yang sebenarnya kita harus mengetahui dan memahami tanda
tanda medan pada peta. Misalnya nama puncak bukit, sungai, jurang, dan sebagainya.
Keterangan mengenai hal ini dapat diketahui dgn membaca keterangan pada peta
atau mungkin bertanya ke pada penduduk.
Langkah selanjutnya adalah orientasi peta. Orientasi peta adalah meng Utarakan
peta atau dengan kata lain menyesuaikan letak peta dengan benatng alam yang
sebenarnya kita hadapi. Langkah langkah dalam orientasi peta :
-
Dengan kompas prisma
-
Letakkan peta pada bidang datar
-
Bentangkan kompas di atas peta
-
Himpitkan garis rambut pada kompas dan takik pada cincin jempol dengan sumbu
Y peta
-
Geser/ putar putarkan peta tanpa posisi kompas, sampai jarum kompas dengan
garis rambut sejajar dengan sumbu Y
Peta.
-
Dengan kompas silva
-
Letakkan peta pada bidang datar
-
Setel piringan kompas dengan pembagian derajat pada posisi 0°, kemudian letakkan
di atas peta
-
Himpitkan tanda panah penyesuai, garis penyesuai, garis bantu, sehingga sejajar
dengan sumbu Y peta.
-
Geser/ putar-putarkan peta tanpa merubah posisi kompas sampai jarum kompas dengan
tanda panahpenyesuai sejajar dengan sumbu Y peta.
Bila semua tahapan tersebut
telah dilakukan dengan benar, berarti peta telah terorientasi.
Untuk mengetahui posisi kita saat berada di alam bebas, yang penting
untuk dilakukan adalah menentukan arah mata angin (U,S,B dan T), lalu menentukan arah utara peta. Setalah itu
menentukan posisi kita dengan pasti. Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi kita, yaitu
:
a. Resection
Adalah menentukan posisi kita pada peta, langkahnya adalah
-
Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan, seperti puncak bukit, pegunungan, tikungan potong, sungai ataupun
tebing.
-
Lakukan orientasi (sesuai dengan bentang alam), kemudian cocokkan dengan peta. Bidikkan kompas dari posisi anda
berdiri ke salah satu tanda medan yang terlihat dan dikenal, baik di peta maupun di medan. Misalkan tanda medan adalah puncak bukit X, dengan sudut kompas sebesar 130°, maka sudut peta adalah 130° + 180° = 310° (Back
Azimuth)
-
Dengan menggunakan busur derajat dan
penggaris, polakan/buatlah garis dari titik sasaran dengan acuan besar sudut
peta.
-
Lakukan hal yang sama dengan
sasaran bidik yang berbeda, misal Y. Bila kita melakukannya benar maka akan didapalkan tititk perpotongan antara kedua garis
tersebut.
-
Titik perpolongan itulah posisi kita di peta.
Resection dapat pula dilakukan hanya dengan satu tanda medan atau titik ketinggian, bilamana kita berada pada tepi jurang, tepi sungai, jalan setapak yang ada di peta atau di garis pantai, dan sebagainya.
b. Intersection :
Adalah menetukan posisi orang lain/tempat lain, langkahnya adalah: Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan, seperti puncak bukit, pegunungan, tikungan potong, sungai ataupun tebing.
-
Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di
lapangan, seperti puncak bukit, pegunungan, tikungan potong, sungai ataupun
tebing.
-
Lakukan orientasi
(sesuai dengan bentang alam), kemudian cocokkan dengan peta. Bidikkan kompas dari posisi anda
berdiri(letaknya sudah pasti diketahui di medan dan di peta) ke saran bidik. Misal tempat anda berdiri adalah X, dengan hasil bidikan sebesar 130' terhadap
sasaran. Maka sudut peta adalah 130° (Azimuth).
-
Dengan menggunakan busur derajat dan
penggaris, polakan/buatlah garis dari titik sasaran dengan acuan besar sudut
peta.
-
Lakukan hal yang sama dengan
tempat membidik yang berbeda, misal Y. Bila kita melakukannya benar maka akan didapatkan tititk perpotongan antara kedua garis tersebut
-
Titik
perpotongan itulah posisi kita di peta.
Copyright
© 2001 by PMPA VAGUS .
All
rights reserved.
|
|